LBH Rumah Keadilan Gelar Penyuluhan Hukum di Desa Sumber Brantas, Kota Batu

Batu, 10 April 2026 – Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Rumah Keadilan telah melaksanakan kegiatan penyuluhan hukum kepada masyarakat Desa Sumber Brantas, Kota Batu, pada Jumat (10/04). Kegiatan ini merupakan bagian dari program pengabdian kepada masyarakat dengan mengangkat tema “Optimalisasi Pemahaman Perlindungan Hukum dan Bantuan Hukum Gratis bagi Masyarakat”.

Kegiatan ini diikuti oleh kurang lebih 40 peserta dari Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (PKK) Desa Sumberberantas dan berlangsung selama ±120 menit. Dalam penyuluhan tersebut, peserta mendapatkan pemahaman mengenai hak dan kewajiban hukum sebagai warga negara, serta informasi terkait akses terhadap bantuan hukum gratis bagi masyarakat kurang mampu.

Melalui kegiatan ini, LBH Rumah Keadilan juga memperkenalkan peran dan fungsi lembaga dalam memberikan layanan bantuan hukum, baik melalui jalur litigasi maupun non-litigasi. Hal ini diharapkan dapat meningkatkan kesadaran masyarakat bahwa mereka memiliki hak untuk mendapatkan pendampingan hukum secara gratis sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.

Selain itu, kegiatan ini bertujuan untuk mendorong keberanian masyarakat dalam menyelesaikan permasalahan hukum yang dihadapi serta memperjuangkan hak-haknya secara sah. Dengan meningkatnya pemahaman hukum, masyarakat diharapkan menjadi lebih sadar, kritis, dan berdaya dalam menjaga keadilan di lingkungan sekitarnya.

Direktur LBH Rumah Keadilan menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan langkah konkret dalam mendukung pemerataan akses keadilan, khususnya bagi masyarakat desa. Ke depan, kegiatan serupa diharapkan dapat terus dilaksanakan secara berkelanjutan guna membangun masyarakat yang lebih sadar hukum dan demokratis.

Kegiatan ini juga mendapat dukungan dari Pemerintah Desa Sumber Brantas, yang berharap penyuluhan hukum seperti ini dapat memberikan manfaat nyata bagi warganya.

 

Editor: Biantoro

Share:

More Posts

Hak Asuh Anak dari Perkawinan Tidak Tercatat

Seorang ibu datang dengan kegelisahan yang tidak mudah disembunyikan. Ia menceritakan bagaimana ia pernah menikah secara agama dengan seorang laki-laki tanpa pencatatan negara. Dari hubungan